Bagaimana Cara Pengendalian Alergi Susu Sapi Pada Bayi?

Penting sekali untuk diketahui bahwa pada dasarnya alergi susu sapi pada bayi ini muncul karena ada reaksi yang tidak normal dari sistem kekebalan tubuh setelah si kecil mengkonsumsi protein susu sapi. Susu sapi mengandung protein dan nutrisi penting untuk tumbuh kembang anak. Sistem imunitas tubuh atau sistem kekebalan tubuh yang alami alergi susu sapi nanti akan memberikan respon secara berlebih terhadap kandungan susu sapi.

Tak perlu khawatir, sebab alergi susu sapi pada bayi ini ternyata bisa dikendalikan dengan baik dan tepat. Untuk informasi lebih lengkapnya mari simak selengkapnya di bawah ini.

Cara Pengendalian Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Penanganan bayi dengan gejala alergi susu sapi merupakan tata laksana nutrisi juga tata laksana pengobatan pemberian nutrisi, serta obat yang harus terlebih dulu dikonsultasikan dengan dokter anak atau bidan kepercayaanmu. Umumnya, baik itu dokter atau bidan akan melakukan beberapa diagnosis fisik untuk mengetahui gejala yang dialami si kecil.

Selain hal tersebut, dokter juga akan bertanya mengenai gejala yang dialami bayi Anda, juga ada atau tidaknya catatan harian yang berisikan daftar makanan dan minuman yang pernah dikonsumsi si kecil. Jadi, lebih baik Anda lebih rajin lagi mencatat makanan dan minuman yang diberikan untuk si kecil setiap harinya. Hasil diagnosis tersebut nanti akan dikumpulkan dan diteliti lebih lanjut. Bila dirasa perlu, dokter juga akan menyarankan untuk dilakukan beberapa tes alergi seperti berikut.

  • Tes darah. Ini bertujuan untuk mengukur jumlah antibody IgE yang dihasilkan tubuh. Antibody pada dasarnya memiliki peranan penting sekali dalam memerangi berbagai macam penyakit yang akan menyerang tubuh.
  • Tes kulit. Lalu untuk tes kulit sendiri biasanya akan dilakukan tusukan kecil di bagian kulit si kecil. Setelah itu, protein susu sapi dalam akan diletakkan di area kulit tersebut. Jika memang memiliki alergi susu sapi, maka kulit si kecil akan muncul benjolan dan terasa gatal. Tetapi demikian, jika si kecil alami anafilaksis, maka Anda bisa segera membawanya ke rumah sakit. Ini sangat diperlukan untuk antisipasi bila terjadi reaksi alergi susulan yang lebih serius lagi.

Lalu untuk tata laksana nutrisi bayi dengan alergi susu sapi sendiri adalah sebagai berikut, yakni pertama adalah dengan melakukan pemberian ASI (Air Susu Ibu). Sebagai salah satu sumber nutrisi terbaik bagi bayi, ASI tentu saja penting sekali untuk diberikan secara eksklusif, yakni selama 6 bulan pertama usianya. Cara ini adalah yang paling disarankan agar si kecil terhindar dari alergi susu sapi.

Lalu untuk selanjutnya Anda bisa memberikan si kecil susu formula alternatif. Susu formula berprotein dan teridrolisa ekstensif merupakan salah satu yang paling disarankan. Untuk lebih mudahnya Anda bisa memilih susu Soya. Formula yang diberikan oleh susu Soya ini adalah nutrisi alternatif bagi bayi dengan alergi susu sapi. Susu formula Soya tersebut pada dasarnya sudah difortifikasi dengan beberapa zat gizi makro dan mikro untuk dukung tumbuh kembang bayi.

Tetapi lebih baik Anda konsultasikan terlebih dulu dengan dokter atau bidan sebelum memberikan nutrisi alternatif bagi bayi Anda dengan alergi susu sapi. Asal dikendalikan dengan tepat, maka alergi susu sapi pada bayi ini tentu saja bisa diatasi, dan intoleransi laktosa bukan sesuatu yang mengkhawatirkan.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang cara pengendalian alergi susu sapi pada bayi. Semoga bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *