Manchester City Vs Tottenham Hotspur: Siap Balas Sakit Hati

Manchester City kembali ke Enter Totham Hotspur di ajang Premier League pada minggu ke 35 di Etihad Stadium, hasil pertandingan tadi malam Sabtu (20/4/2019) Malam WIB. City harus merasakan kepedihan dan kekecewaan setelah tersingkir oleh Spurs di perempat final Liga Champions. Mereka awalnya menyerah 0-1 di Stadion Tottenham, jadi di leg kedua meski menang 4-3, itu tidak cukup bagi City untuk berayun karena mereka kehilangan produktivitas gol. Pertempuran untuk leg kedua disebut pertempuran paling heroik dan dramatis untuk sejarah Liga Champions. Mereka tidak hanya mengejar satu sama lain, tetapi juga asisten video drama (VAR) dalam dua keputusan penting. Keputusan pertama adalah untuk memvalidasi tujuan Fernando Llorente. Keputusan kedua dibatalkan tujuan Raheem Sterling pada akhir pertandingan dibatalkan karena Sergio Aguero, yang mengirim kartu as, tetap dalam posisi offside.

Pasukan Pep Guardiola harus bisa melupakan hasil buruk Liga Champions. Karena pertemuan ketiga melawan Spurs selama periode dua minggu dapat menjadi penentu upaya mereka untuk mempertahankan gelar Liga Premier. Saat ini, City berada di posisi kedua dengan dua poin di belakang pemimpin Liverpool, meskipun mereka lebih banyak berdebat. Tidak akan ada lagi drama jika ambisi para pejabat kompetisi Inggris tidak jatuh ke tangan merah. Tapi Spurs, yang untungnya putus asa dan telah menerima kualifikasi mereka untuk semi final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah, tidak akan menyerah dalam kompetisi ini. Pasukan Pochettino sedang dalam misi untuk mencapai empat besar, dengan 67 poin saat ini ditempatkan, hanya unggul satu angka dari Chelsea, yang ada di tempat kelima.

Raheem Sterling

Midweek telah menghabiskan energi, emosi, terutama apa yang paling dirasakan Sterling. Benar, ia hampir mencetak hattrick yang menarik dalam sejarah, karena ia juga lolos dari kota ke semi-final, tetapi menghilang dari keputusan VAR, yang persis kali ini. Dengan itu Sterling bisa dicurahkan sebagai balas dendam bagi seluruh timnya kepada Spurs. Pemain 24 tahun saat ini sedang on fire, di Liga Premier pemain keturunan Jamaika telah mencetak 17 gol.

Sun Heung Min

Sebagai aktor untuk kemenangan timnya secara keseluruhan atas kota, Son Heung-Min juga kehilangan semangat. Dia mencetak dua gol cepat dalam tiga menit pada Etihad. Son juga mencetak satu gol ketika ia bermain di kandang pada pertandingan pertama. Secara total, tiga gol menjadi net forwardman Korea Selatan Ederson Moraes dalam satu minggu. Di Liga Premier, Son mencetak 12 gol dan enam assist, membuatnya menjadi nomor dua di pencetak gol terbanyak klub. Tanpa Harry Kane, Son mungkin menjadi pilar Pochettino lainnya.

Review Motor Terbaru All New Soul GT AKS SS Lengkap 2019

Memang bukan hal baru lagi jika pada akhirnya Yamaha kembali lagi lakukan penyegaran terhadap salah satu koleksi motor matic-nya. Kini Yamaha memberikan nama produk motor terbaru tersebut dengan sebutan All New Soul HT AKS SSS. Meksipun varian motor terbarunya tersebut tidak jauh berbeda bila dibandingkan dengan generasi terdahulu, akan tetapi tentu saja ada hal baru yang bakal disematkan Yamaha pada produknya tersebut. Ditawarkan dengan kisaran harga Rp 17 juta rupiah, berikut ini akan kami informasikan kepada Anda review selengkapnya All New Soul GT AKS SSS.

Review Motor Terbaru All New Soul GT AKS SSS Lengkap 2019

Jika dilihat dari segi penampilannya, All New Soul GT AKS SSS ini memang tidak jauh berbeda dengan desain produk motor lawas Yamaha. Dimana kesan agresif dihadirkan di bagian depan motor terbaru tersebut, yakni lewat single headlamp yang dilengkapi pula dengan lampu LED yang berdesain tajam sehingga semakin tampak sporty. Tetapi demikian, Yamaha tentu saja memberikan hal lain pada All New Soul GT AKS SSS tersebut, misalnya saja untuk bagian dashboard. Sebab kali ini Yamaha tanamkan New Speedometer yang semakin membuat motor ini tampak lebih maskulin.

Lalu jika berbicara lebih jauh lagi mengenai urusan dapur pacunya sendiri, All New Soul GT AKS SSS ternyata masih sama dengan pendahulunya, sehingga Anda tak perlu lagu meragukan kehebatan mesinnya. Dibekali dengan mesin empat stroke SOHC 125 cc single silinder, tentu saja semakin menjadikan motor matic Yamaha tersebut mampu menyemburkan power maksimum sebesar 7.0 kw pada putaran 8000 rpm. Selain hadir lebih powerfull, motor Yamaha terbaru ini ternyata juga sangat ramah dengan penggunaan bahan bakar, apalagi motor tersebut sudah mendapat dukungan teknologi Blue Core.

Selain hal tersebut, All New Soul GT AKS SSS juga sudah dilengkapi dengan fitur eksklusif berupa SSS, yakni Start and Stop System yang bisa menjadikan mesin motor tersebut mati secara otomatis ketika berhenti lebih dari 5 detik, dengan begitu penggunaan bahan bakar pun jadi semakin irit. Kemudian untuk menopang semua komponen yang dimilikinya, All New Soul GT AKS SSS terapkan model rangka type underbone, dan dilengkapi pula dengan suspensi depan berupa teleksopik. Sementara itu di bagian belakangnya sendiri ada unit Swing Single Shock yang bisa beri keseimbangan lebih ketika berkendara.

Dengan begitu Anda tak perlu khawatir jika menggunakan motor tersebut untuk melewati berbagai medan jalan, sebab dikondisi jalan yang labil pun motor ini akan bisa melaluinya tanpa kendala. Selain itu Yamaha juga melengkapi bagian kaki – kakinya dengan velg racing berukuran 14 inci. Lalu tak ketinggalan ban berukuran ekstra besar di kelasnya juga dipasangkan di kedua bagian velg. Sehingga mampu memberikan keseimbangan yang sempurna. Bahkan dengan adanya ban berukuran besar tersebut semakin membuat motor ini terlihat lebih gagah.

Disamping teknologi mumpuninya tersebut yang membuat All New Soul GT AKS SSS lebih efisien, bertenaga, dan handal juga ada beberapa fitur lain yang melengkapinya. Seperti yang ada di namanya sendiri, yakni SSS atau Start and Stop System. Dengan fitur ini maka Anda akan diberi rasa nyaman yang ekstra pada saat memarkirkan motor. Selain itu juga ada teknologi Advance Key System yang memiliki cara kerja yang cukup canggih sekali, Anda hanya perlu menekan sekali untuk bisa menemukan motor dengan bunyi yang dikeluarkan dari motor milikmu.

Nah, itulah tadi review motor terbaru All New Soul GT AKS SSS lengkap 2019 yang bisa kami informasikan. Semoga bermanfaat.

Memilih Kaos Yang Berkualitas

Kali ini akan dibahas mengenai tips memilih bahan kaos distro yang bagus. Selain tips untuk memilih bahan yang bagus untuk kaos distro ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli kaos distro. Konsumen yang mengedepankan harga akan membeli kaos sesuai budget. Namun, jangan mudah tergoda dengan kaos distro yang lebih murah tapi kualitas produknya jauh dari standar produk distro. Alangkah lebih baiknya memilih kaos distro di toko langganan yang sudah dikenal kualitasnya. Membludaknya bisnis distro di daerah perkotaan memunculkan persaingan ketat diantara pengusaha distro. Menjadikan perang hargapun dimulai, dari yang murah Rp30.000 hingga ratusan ribu rupiah. Untuk membuat harga jualannya, pedagang biasanya bermain pada penggunaan bahan. Sebagian orang memang mempertimbangkan harga untuk membeli sesuatu dan tidak masalah dengan kualitas barang yang didapat. Namun, beberapa orang mementingkan kualitas dan model meskipun harus membayar mahal.

Memang kaos yang didiskon biasanya adalah desain lama untuk mengurangi stock gudang. Ini dilakukan sebab produsen akan mengeluarkan model baru. Dengan membeli harga diskon konsumen dapat menghemat uang. Disamping memberi diskon toko-toko distro tertentu biasanya menawarkan keanggotaan atau memberi member card untuk pembelian pertama dengan jumlah tertentu. Pilihlah kaos distro yang sesuai selera, yaitu desain yang menggambarkan kepribadian dan unik. Warna kaos juga harus yang menarik. Memakai pakaian yang bagus dan menarik akan meningkatkan rasa percaya diri pemakainya. Rasa percaya diri yang tinggi akan membuat penampilan terlihat sempurna. Beberapa toko distro tersebut biasanya membuat promosi potongan harga atau memberi bonus pada saat-saat tertentu. Manfaatkan kesempatan ini untuk membeli kaos distro yang diinginkan.

Jika sudah cocok dengan produk yang ditawarkan toko tersebut tidak ada salahnya membeli lebih banyak untuk mendapatkan keanggotaan. Sebab member card ini umumnya bisa digunakan untuk mendapatkan diskon ketika anggota yang terdaftar melakukan transaksi kembali. Kadang toko tersebut mengadakan acara yang bisa diikuti anggotanya dengan gratis. Apalagi konsep distro adalah menyalurkan ide dan kreatifitas suatu komunitas. Ciri bahan kain berkualitas baik biasanya dilihat dari tebal tipisnya kain, namun ternyata tidak selalu demikian. Kaos yang berbahan tebal bukan berarti berkualitas baik, sebaliknya kaos berbahan tipis bukan berarti kualitasnya buruk. Pilih bahan katun dengan ketebalan sedang. Untuk mengetahui bahan dipakai katun atau tidak, bisa dengan melihat tulisan cotton di bedge kaos yang biasanya ditempelkan di bagian kerah belakang kaos atau bagian bawah samping kaos.

Kaos distro yang bagus dan nyaman ialah kaos yang mudah menyerap keringat. Kaos yang mudah menyerap keringat ini akan terasa nyaman ketika dipakai. Sebab jika kain tidak dapat menyerap keringat saat cuaca panas maka akan menimbulkan bau badan dan membuat badan tidak nyaman. Untuk menambah kenyamanan pemakainya maka pilih bahan yang bertekstur halus. Hindari bahan yang kaku karena membuat tubuh lebih banyak berkeringat dan mengikat bau badan.Cara memilih bahan bertekstur lembut ini bisa dengan cara mencubit-cubit kain. Selain memperhatikan bahan, sebaiknya teliti jahitan pakaiannya. Jahitan harus rapi dan jarak yang sempit agar jahitan tidak mudah terlepas. Bukan hanya desain gambar kaos yang menjadi pertimbangan memilih kaos distro, tapi juga kualitas sablon. Cetakan sablon yang baik adalah yang tebal dan tidak ada cacat.

Peran Penting Defensive Winger Perancis

Perancis jadi kesebelasan unggulan di Piala Dunia 2018. Namun secara permainan, semenjak fase gerombolan mereka sebenarnya kurang meyakinkan. Meski begitu lambat laun kualitas Les Blues mulai tampak, setidaknya mereka berhasil mencapai babak semifinal dengan mulus setelah di fase gugur mengalahkan Argentina (4-3) & Uruguay (dua-0). Sebenarnya Perancis bukannya tidak spesial sejak fase grup. Sang instruktur, Didier Deschamps, memang menyetel permainan anak asuhnya buat bermain lebih disiplin dalam menyerang & bertahan. Deschamps mengutamakan keseimbangan ketika menggunakan atau pun tanpa bola. Cara inilah yg membuat Perancis cukup kokoh di lini pertahanan akan tetapi bisa menyengat waktu menyerang. Memulai turnamen dengan pola dasar 4-tiga-3, Perancis tampak memakai pola dasar 4-2-3-1 semenjak pertandingan ke 2 melawan Peru. Namun sebenarnya, mereka tidak benar-benar menggunakan pola 4-dua-tiga-1 pada lapangan. Jangan tertipu dengan susunan dan perpaduan yang ditayangkan televisi. Ada “keanehan” pada perpaduan Perancis yg terlihat berdasarkan fungsi winger kiri mereka.

Dari empat laga yg telah dijalani selesainya melawan Peru, Deschamps memainkan Blaise Matuidi, kemudian Corentin Tolisso waktu Matuidi absen di pos “winger kiri”. Kecuali Thomas Lemar pada laga melawan Denmark & Ousmane Dembele di laga pertama melawan Australia, ini terbilang aneh karena Matuidi dan Tolisso adalah pemain yang umumnya ditempatkan menjadi gelandang tengah. Tapi keanehan inilah yang menjadi fondasi taktik timnas Perancis. Tolisso atau Matuidi meski diplot menjadi sayap kiri punya tugas utama menyeimbangkan lini tengah Perancis. Keduanya sangat bermanfaat ketika Perancis kehilangan bola lantaran akan turun sejajar Paul Pogba atau Kante. Saat membentuk serangan pun mereka akan turun lebih pada buat menjadi jembatan berdasarkan lini pertahanan ke depan. Grafis pada atas memberitahuakn Matuidi & Tolisso yg aktif turun ke area pertahanan buat menerima bola yg lalu disirkulasikan ke tengah atau ke depan. Hal ini berbeda menggunakan Kylian Mbappe yang berposisi menjadi winger kanan Perancis.

Menurut Itcbet Bandar Bola Pasti Bayar, Apabila winger kiri aktif turun ke area pertahanan sendiri, winger kanan yang diisi oleh Mbappe lebih banyak mendapat bola pada area pertahanan versus. Bahkan melawan Uruguay, Mbappe sahih-sahih sangat jarang membantu pertahanan. Dalam catatan WhoScored, Matuidi & Tolisso ternyata poly melakukan upaya tekel, intersep, sapuan, duel udara, sampai blok. Atribut-atribut tadi semakin menegaskan bahwa tugas primer mereka sebenarnya mengamankan kiri pertahanan berdasarkan serangan versus alih-alih menyerang versus berdasarkan area kiri. Tak heran jua dalam akhirnya serangan menuju kotak penalti Perancis lebih banyak melalui sisi kanan. Perubahan 4-dua-tiga-1 sebagai 4-3-3 kerap dilakukan baik ketika menguasai bola ataupun tanpa bola. Saat menggunakan bola, serangan dalam akhirnya lebih banyak dialihkan ke sisi kanan karena terdapat Pogba, Mbappe, Benjamin Pavard, & Antoine Griezmann menjadi pusat serangan.

Kehadiran defensive winger yg dipasang Deschamps ini jua yg membuat Pogba relatif nyaman membantu agresi. Ketika beliau harus mendekati kotak penalti versus, tugas merebut bola pada transisi menyerang ke bertahan nir diemban olehnya dan Kante saja, Matuidi/Tolisso jua punya kiprah penting mengamankan sisi kiri. Perlu diketahui, Matuidi dan Tolisso punya rataan intersep 1,tiga kali per laga. Jumlah tersebut kedua tertinggi pada Perancis sesudah Kante yang mencatatkan 3,6 kali per laga. Matuidi jua bahkan punya rataan tekel 1,7 kali per laga, di mana angka tadi tertinggi keempat di timnas Perancis selesainya Lucas Hernandez, Pavard, & Kante. Maka tak heran Perancis tampil lebih solid beserta Matuidi & menjadikannya pilihan utama. Mantan gelandang Paris Saint-Germain ini sendiri kerap melakukan tugas yang sama pada Juventus. Saat Mario Mandzukic cedera, gelandang berusia 31 tahun tersebut acapkali diplot menjadi winger kiri pada Juventus.

Eksekusi Ashley Young Melambung ke Tengah Kotak Penalti

Harapan Inggris menjuarai Piala Dunia masih hidup. Kemenangan 2-0 atas Swedia mengantarkan mereka ke semifinal pertama sejak 1990. Keberhasilan ini tidak tanggal berdasarkan kesuksesan memaksimalkan situasi bola mangkat . Inggris sebenarnya nir mengawali laga yg digelar pada Arena Samara ini menggunakan baik. Meski unggul pada dominasi bola sesuai prediksi, mereka justru terkesan mengikuti tempo lambat yg diinginkan Swedia dalam 15 mnt pertama. Skuat asuhan manajer Gareth Southgate baru mencatatkan tembakan pertamanya dalam mnt ke-19. Mereka kesulitan memasuki kotak penalti Swedia. Memasuki mnt ke-30, upaya Kieran Trippier membongkar pertahanan Swedia membuahkan sepak pojok pertama bagi Inggris pada pertandingan. Eksekusi Ashley Young melambung ke tengah kotak penalti. Di sana, bola bertemu dengan kepala Harry Maguire, yang memenangi adu badan melawan Emil Forsberg.

Gol Maguire sangatlah krusial karena setelah gol tadi, Inggris bermain lebih tanggal. Swedia pun mau tak mau wajib bermain terbuka demi mengejar ketertinggalan. Situasi ini menciptakan Inggris bisa mengalirkan bola menurut lini tengah ke lini depan secara lebih baik melalui umpan-umpan panjang. Ini tentu bukan pertama kali gol Inggris berasal berdasarkan situasi bola tewas. Gol Maguire merupakan yang ke-8 dari total 11 gol sepanjang Piala Dunia 2018 berlangsung. Apabila dicermati lebih detail lagi, 5 menurut delapan gol tadi berawal berdasarkan sepak pojok. Sedangkan 3 lainnya dihasilkan melalui titik putih. Angka tadi, buat ad interim, mengakibatkan Inggris sebagai tim paling efektif pada memaksimalkan bola tewas. Hal ini tentu terbilang mengejutkan lantaran pada 72 kesempatan sebelumnya (dalam turnamen besar semenjak Piala Dunia 2010), tidak terdapat satupun yg berbuah gol! Sekitar empat bulan sebelum Piala Dunia Rusia bergulir, Southgate berkunjung ke Amerika Serikat. Ia berencana menyaksikan Super Bowl LII antara New England Patriots & Philadelphia Eagles.

Sebelum sebagai saksi mata kemenangan Eagles, Southgate menonton klub NBA Minnesota Timberwolves bermain terlebih dahulu. Ia pada sana buat mendalami kemampuan para pemain basket dalam memaksimalkan ruang sempit di bawah ring. Ia bahkan berbicara pribadi kepada kepada pemilik Wolves, Glen Taylor, buat lebih tahu cara membuka sekaligus menutup ruang. Isu yang lebih kurang sama pula didiskusikan olehnya kepada para staf instruktur klub NFL Seattle Seahawks. Mantan instruktur Middlesbrough itu nir memeriksa hal ini karena ingin banting setir menjadi pelatih basket atau American Football. Ia justru ingin mengaplikasikan teknik-teknik tadi ke pada sepakbola. Southgate tentu nir sendiri dalam mengajari para pemain Inggris. Terdapat instruktur Allan Russell yang didatangkan dalam Maret 2017. Russell merupakan mantan pemain profesional yg bermain menjadi penyerang. Kebanyakan tim yg dibela olehnya merupakan tim-tim mini . Saat ini, beliau “hanya” memegang lisensi pelatih A UEFA. Namun, pengaruh yang diberikan ke skuat Inggris sangatlah akbar.

Pengalaman merumput beserta tim Amerika Serikat, Carolina Railhawks (2010-2011) & Orange County Blues FC (2014), menciptakan Russell menyadari betapa pentingnya taktik pergerakan tanpa bola dalam menghadapi bola meninggal. “Kami seluruh merupakan pemain top, jadi ia tidak mengajarkan kami mengenai teknik atau cara menendang bola,” ucap top skorer ad interim Piala Dunia 2018, Harry Kane, kepada Guardian. “Ia hanya memberi memahami kami hal-hal kecil yg dapat memberi kami laba. Hal-hal mini itulah yg akhirnya sebagai pembeda bagi bepergian Inggris pada Rusia. Kane pun mengakui bahwa “setiap detail mini pada level permainan misalnya Piala Dunia” sangatlah berpengaruh. Ketika menghadapi Panama, misalnya. Gol pertama Inggris yang dicetak oleh John Stones merupakan hasil ciptaan rekan-rekannya. Mereka menarik para bek Panama dengan menjauhi sisi tengah kotak penalti. Alhasil, Stones leluasa buat mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan.

Ruben Loftus-Cheek, yang dipercaya tampil sebagai starter sang Southgate pada laga kontra Panama, pun mengakui pentingnya latihan yang diberikan oleh Russell. Kami menghabiskan poly saat berlatih situasi bola meninggal hingga hal-hal terkecil. Semua adalah tentang berlari & memblok versus. Melihatnya berhasil di atas lapangan merupakan hal menyenangkan,” kata dirinya pada Daftar Agen Judi Bola Resmi. Taktik yg dipakai melawan Swedia pun sedikit berbeda. Jordan Henderson & Dele Alli berdiri sempurna pada atas titik putih. Sedangkan Maguire, Kane, Raheem Sterling, & John Stones menumpuk diri di ujung kotak penalti.