Menjajal Nyali dalam Seluncur Longboarding

Sekilas apa yang mereka lakukan mirip olahraga skateboarding. Tetapi, posisi tubuh mereka lebih rendah, bahkan tidak jarang harus berjongkok ketika memainkannya.

Itulah ciri khas dari permainan longboard. Selain berbeda dalam teknik permainan dengan skateboard, papan yang digunakan juga lebih panjang. Umumnya, papan yang digunakan memiliki panjang 35-37 inci.

Tak hanya itu, mereka yang bermain longboard juga kerap menyentuhkan tangan ke aspal untuk membantu mengarahkan luncuran.

Untuk bisa memainkan olahraga ekstrem ini, tentunya anda harus berlatih dan dalam pengawasan ahli. Salah satunya diperlihatkan oleh komunitas Bandung Longboarders.

Salah seorang pembina komunitas, Ricky Dangos mengatakan, longboard merupakan sarana bermain mengendalikan papan luncur dalam kecepatan tinggi di jalan menurun.

Ricky bersama rekan-rekannya di komunitas ini senang bermanuver di atas papan luncur panjang tersebut.

“Bagi kita, kegiatan ini lebih ke ajang refreshing. Kita biasa berkumpul dan berlatih setiap akhir pekan,” kata Ricky ditemui di kawasan Kompleks Budi Indah, Bandung, pada pekan kemarin.

Dangos menuturkan, longboarding membutuhkan jalanan dengan bentuk turunan halus yang berkelok-kelok. Kondisi perbukitan biasanya menjadi lokasi yang tepat untuk menggelar permainan ini. Atau dengan istilah yang mereka sebut dengan downhill.

“Downhill ini lebih ke sensasi, memacu adrenaline juga,” ucapnya.

Untuk melindungi tubuh dari risiko cedera, para longboarder wajib mengenakan sarung tangan tebal dan helm.

Dalam kecepatan yang cukup tinggi, ketika sedang berada di belokan, tidak sedikit di antara para longboarder melakukan sliding. Mirip dengan atraksi drifting pada mobil dan tentu saja tangan mereka pasti akan tergerus aspal ketika belok.

Selain downhill, ada teknik cruising dan carving. Kebanyakan pemula menyukai teknik ini karena pilihan jalanan dengan sudut kemiringan tidak terlalu tajam.

Alhasil, mereka bisa meluncur dengan santai dan pelan sambil membiasakan diri mengendalikan longboard.

Teknik lainnya adalah freestyle dan dancing. Untuk jenis ini, butuh kreativitas tinggi dari para rider, karena rider yang sudah menguasai trik dan manuver harus memadukan kemampuannya berseluncur di atas aspal.

Menurut Ricky, dasar bermain longboard terletak pada saat menginjak papan, menyeimbangkan keseimbangan badan hingga pengereman.

“Untuk pemula sebaiknya bermain di lokasi perumahan. Terutamanya yang lalu lintasnya tidak ramai,” ujarnya.

Wanita juga ikut

Komunitas Bandung Longboarders dibentuk sekitar 2014 lalu. Awalnya, anggota komunitas ini adalah beberap skateboarder yang ingin mencoba hal-hal baru. Kemudian mereka menjajal longboard yang digelar setiap akhir pekannya.

Anggota komunitas perlahan semakin bertambah seiring waktu dan sampai saat ini ada 30 anggota yang aktif.

Tak hanya sekadar berkumpul dan berlatih, mereka juga kerap mengadakan beberapa acara longboard di Bandung. Seperti Budda Slide Jam, Akhir Pekan di Budda dan King of Budda.

“Budda sendiri adalah nama tempat favorit kami untuk meluncur dan bersantai. Diambil dari nama kompleks ini, Budi Indah,” ujar Ricky.

Seiring waktu, para longboarder di komunitas ini juga bermunculan dari kalangan wanita. Para wanita dari komunitas Bandung Longboarders ini tak kalah beraninya bermanuver di atas papan seluncurnya.

Seperti yang dilakukan Noor Shoraya bersama rekannya Windya Erdhana. Noor atau yang akrab disapa Ocha lebih dulu mengenal longboard sejak lima tahun lalu.

Ocha menjelaskan, olahraga longboard harus memiliki keberanian ekstra. Berbeda dengan skateboard, yang lebih menampilkan teknik kelincahan.

“Selama pakai pelindung seperti sarung tangan dan puck saat latihan, kita tahu harus berbuat apa. Tapi dari awal mulainya dari jalur datar saja dulu,” ujarnya.

Ocha mulai menemukan cintanya pada longboard semenjak ia benar-benar merasakan bermain di atas papan. Lalu sejak bergabung ke komunitas ini ia semakin mendapatkan ilmu baru.

“Awalnya lihat di YouTube terutama yang jenis dancing, lalu saya cari informasi dan ketemu sama Dangos. Dia kasih pinjam longboard. Sekarang saya lebih banyak turun ke downhill,” kata Ocha.

Setelah menggemari permainan ini, Ocha juga meraih prestasi di beberapa kejuaraan. Pada ajang Cangar Longboard Festival 2015 lalu ia menyabet juara dua di kelas wanita.

Setahun berikutnya, dalam ajang yang sama dengan peserta dari luar negeri ia meraih peringkat ketiga.

Sementara Windya, baru bergabung komunitas sejak Oktober 2017. Kali pertama ia belajar bermain papan seluncur sewaktu senggang di kampusnya.

“Setelah itu saya baru berani bermain di tempat yang menurun. Sambil belajar belok-belok,” ucapnya.

Menurutnya, bermain longboard bisa mengatasi stres. Semakin sering berlatih, makin banyak pula trik yang dipelajari.

“Main ini sama dengan menghilangkan rasa takut dalam diri. Apalagi kalau main bareng itu lihat yang lain jadi termotivasi,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *