Menikmati Wisata Pulau Kecil

Seperti diketahui bahwa Kawasan Lombok merupakan Kawasan tempat wisata yang berupa pulau – pulau kecil atau biasanya kita sebut dengan nama gili. Gili tersebut berada di area lepas pantainnya. Namun tiga yang paling terkenal dari gili yang ada di Lombok adalah Gili Trawangan, Air, dan juga Meno. tempat wisata satu ini memiliki lokasi yang berdekatan sehingga sangat sering dijadikan kunjungan wisata dari beberapa turi dijadikan tujuan wisata keliling pulau secara kilat. Salah satu gili dari ketika gili tersebut dalah Gili Trawangan. Sedangkan jika Anda mencari ketenangan sebaiknya Anda memilih Gili Meno yang masih alami dan masih sepi pengunjung untuk mendapatkan inspiraasi yang maksimal dan lain sebagainnya. Dari tempat tersebut memang digunakan untuk dapat menyambut apra wisatawan yang ingin menikmati liburan mereka dengan tenang.

Salah satu gili yang memiliki banyak resort adalah Gili Trawangan sehingga memudahkan Anda yang ingin menikmati keindahan alam tersebut. Resort yang ditawarkan dari harga yang murah hingga mahal tersedian di tempat wisata satu ini yang membuat Anda dapat mengelompokan data sesuai kebutuhan masing – masing. Tempa resort yang dekat dengan pantai membuat Anda menjadi tempat menyewa sepeda ataupun dapat jalan kaki di WIsata di Lombok ini. Gili trawangan merupakan sebua yang ingin menikmati resort untuk bersantai dengan harga yang sesuai.

Gili lainnya yang lebih kecil dari Gili trawangan namun Gili Meno masih memiliki suku asli yang berada di Kawasan tempat wisata yang diminati oleh berbagai orang. Dan Gili meno tentu lebih sepi cocok digunakan untuk Anda yang sedang stress dan ingin menikmati kesunyain karena tidak ada kecocok untuk dapat menampilkan data real dari setiap temapat wisata yagn diberikan. Pantai Gili Air tidak seramai dengan pantai Gili Trawangan kaerana akese penjualan yang tidak kalah keren. Banyak sekali para orang yang sedang stress ingin menikmati pemandagan tempat wisata satu ini karena berbagai macma fasilitas yang diberikan untuk mendapakat kemudahan dalam akses menuju tugas akhir.

Keenam Kali, India Sukses Uji Coba Rudal Balistik Agni-5

India sukses melakukan uji coba rudal balistik Agni-5 di Integrated Test Range (ITR) Pulau Abdul Kalam atau Pulau Wheeler di Distrik Badrak, Odisha, Teluk Bengal, Minggu (3/6).

Dilansir Odishasuntimes, uji coba rudal balistik dilakukan dari peluncur nomor empat sekitar pukul 9.50 pagi.

“Performa terbang rudal dilacak dan dipantau radar, melacak instrumen, dan stasiun pengamatan,” kata sumber seperti dilansir Times of India.

Rudal balistik Agni-5 adalah seri yang tercanggih. Teknologi navigasi dan pemandu terbaru, hulu ledak dan mesin.

Rudal balistik antar-benua yang dapat membawa hulu ledak nuklir itu dikembangkan India. Mampu menjelajah 5.000 hingga 8.000 kilometer dan mampu menjangkau hampir seluruh bagian China.

Panjang 17 meter dengan lebar dua meter sebesar 50 ton, rudal balistik Agni-5 mampu membawa hulu ledak nuklir seberat lebih dari satu ton.

Agni-5 akan resmi digunakan setelah beberapa kali lagi uji coba. Saat ini India memiliki seri Agni-1 dengan daya jelajah 700 km, Agni-2 dengan 2.000 km, Agni-3 dan Agni-4 dengan jarak 2.500 km hingga 3.500.

Uji coba rudal balistik India Agni-5 itu telah keenam kalinya berhasil. Terakhir pada 18 Januari lalu. Pertama pada 19 April 2012, lalu 15 September 2013, ketiga 31 Januari 2015, dan keempat 26 Desember 2016.

Menjajal Nyali dalam Seluncur Longboarding

Sekilas apa yang mereka lakukan mirip olahraga skateboarding. Tetapi, posisi tubuh mereka lebih rendah, bahkan tidak jarang harus berjongkok ketika memainkannya.

Itulah ciri khas dari permainan longboard. Selain berbeda dalam teknik permainan dengan skateboard, papan yang digunakan juga lebih panjang. Umumnya, papan yang digunakan memiliki panjang 35-37 inci.

Tak hanya itu, mereka yang bermain longboard juga kerap menyentuhkan tangan ke aspal untuk membantu mengarahkan luncuran.

Untuk bisa memainkan olahraga ekstrem ini, tentunya anda harus berlatih dan dalam pengawasan ahli. Salah satunya diperlihatkan oleh komunitas Bandung Longboarders.

Salah seorang pembina komunitas, Ricky Dangos mengatakan, longboard merupakan sarana bermain mengendalikan papan luncur dalam kecepatan tinggi di jalan menurun.

Ricky bersama rekan-rekannya di komunitas ini senang bermanuver di atas papan luncur panjang tersebut.

“Bagi kita, kegiatan ini lebih ke ajang refreshing. Kita biasa berkumpul dan berlatih setiap akhir pekan,” kata Ricky ditemui di kawasan Kompleks Budi Indah, Bandung, pada pekan kemarin.

Dangos menuturkan, longboarding membutuhkan jalanan dengan bentuk turunan halus yang berkelok-kelok. Kondisi perbukitan biasanya menjadi lokasi yang tepat untuk menggelar permainan ini. Atau dengan istilah yang mereka sebut dengan downhill.

“Downhill ini lebih ke sensasi, memacu adrenaline juga,” ucapnya.

Untuk melindungi tubuh dari risiko cedera, para longboarder wajib mengenakan sarung tangan tebal dan helm.

Dalam kecepatan yang cukup tinggi, ketika sedang berada di belokan, tidak sedikit di antara para longboarder melakukan sliding. Mirip dengan atraksi drifting pada mobil dan tentu saja tangan mereka pasti akan tergerus aspal ketika belok.

Selain downhill, ada teknik cruising dan carving. Kebanyakan pemula menyukai teknik ini karena pilihan jalanan dengan sudut kemiringan tidak terlalu tajam.

Alhasil, mereka bisa meluncur dengan santai dan pelan sambil membiasakan diri mengendalikan longboard.

Teknik lainnya adalah freestyle dan dancing. Untuk jenis ini, butuh kreativitas tinggi dari para rider, karena rider yang sudah menguasai trik dan manuver harus memadukan kemampuannya berseluncur di atas aspal.

Menurut Ricky, dasar bermain longboard terletak pada saat menginjak papan, menyeimbangkan keseimbangan badan hingga pengereman.

“Untuk pemula sebaiknya bermain di lokasi perumahan. Terutamanya yang lalu lintasnya tidak ramai,” ujarnya.

Wanita juga ikut

Komunitas Bandung Longboarders dibentuk sekitar 2014 lalu. Awalnya, anggota komunitas ini adalah beberap skateboarder yang ingin mencoba hal-hal baru. Kemudian mereka menjajal longboard yang digelar setiap akhir pekannya.

Anggota komunitas perlahan semakin bertambah seiring waktu dan sampai saat ini ada 30 anggota yang aktif.

Tak hanya sekadar berkumpul dan berlatih, mereka juga kerap mengadakan beberapa acara longboard di Bandung. Seperti Budda Slide Jam, Akhir Pekan di Budda dan King of Budda.

“Budda sendiri adalah nama tempat favorit kami untuk meluncur dan bersantai. Diambil dari nama kompleks ini, Budi Indah,” ujar Ricky.

Seiring waktu, para longboarder di komunitas ini juga bermunculan dari kalangan wanita. Para wanita dari komunitas Bandung Longboarders ini tak kalah beraninya bermanuver di atas papan seluncurnya.

Seperti yang dilakukan Noor Shoraya bersama rekannya Windya Erdhana. Noor atau yang akrab disapa Ocha lebih dulu mengenal longboard sejak lima tahun lalu.

Ocha menjelaskan, olahraga longboard harus memiliki keberanian ekstra. Berbeda dengan skateboard, yang lebih menampilkan teknik kelincahan.

“Selama pakai pelindung seperti sarung tangan dan puck saat latihan, kita tahu harus berbuat apa. Tapi dari awal mulainya dari jalur datar saja dulu,” ujarnya.

Ocha mulai menemukan cintanya pada longboard semenjak ia benar-benar merasakan bermain di atas papan. Lalu sejak bergabung ke komunitas ini ia semakin mendapatkan ilmu baru.

“Awalnya lihat di YouTube terutama yang jenis dancing, lalu saya cari informasi dan ketemu sama Dangos. Dia kasih pinjam longboard. Sekarang saya lebih banyak turun ke downhill,” kata Ocha.

Setelah menggemari permainan ini, Ocha juga meraih prestasi di beberapa kejuaraan. Pada ajang Cangar Longboard Festival 2015 lalu ia menyabet juara dua di kelas wanita.

Setahun berikutnya, dalam ajang yang sama dengan peserta dari luar negeri ia meraih peringkat ketiga.

Sementara Windya, baru bergabung komunitas sejak Oktober 2017. Kali pertama ia belajar bermain papan seluncur sewaktu senggang di kampusnya.

“Setelah itu saya baru berani bermain di tempat yang menurun. Sambil belajar belok-belok,” ucapnya.

Menurutnya, bermain longboard bisa mengatasi stres. Semakin sering berlatih, makin banyak pula trik yang dipelajari.

“Main ini sama dengan menghilangkan rasa takut dalam diri. Apalagi kalau main bareng itu lihat yang lain jadi termotivasi,” kata dia.

Siap-Siap, Danau Rawa Pening Akan Jadi Wisata Dunia

Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang kembali menjadi sorotan. Pemicunya antara lain tumbuhnya eceng gondok yang memicu sedimentasi (pendangkalan) danau.
Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) Hilman Nugroho mengatakan, penanganan lingkungan danau seluas 2.670 ha yang menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru ini cukup kompleks.

Menurutnya, permasalahan yang terjadi di Danau Rawa Pening dipicu oleh perilaku masyarakat yang tinggal di sekitar danau alam tersebut.

Faktor penyebab lainnya adalah perilaku masyarakat yang tinggal di sejumlah hulu sungai yang bermuara di Danau Rawa Pening.
Dia menyatakan, kementeriannya telah menyelesaikan reboisasi 400 ha lahan di kawasan hulu dan membuat bendungan pengendali sedimentasi.
Ke depan, danau ini akan diupayakan pengelolaannya lebih baik lagi agar memberi kenyamanan kepada wisatawan. Antara lain dengan kegiatan penghijauan dengan tanaman produktif.

Kementerian LHK siap mendukung pengadaan bibit tanaman produktif buah-buahan untuk masyarakat di kawasan hulu.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dadang Rizki Ratman berharap ke depan Danau Rawa Pening bisa menjadi destinasi wisata pendukung objek wisata Candi Borobudur.
Menurutnya danau ini nantinya bisa menjadi destinasi wisata dunia.
“Untuk bisa menjadi destinasi wisata kelas dunia, Danau Rawa Pening harus bisa menyediakan infrastruktur berstandar global. Kemenpar sedang mencari standar pengujian Rawa Pening,” katanya saat menghadiri acara peluncuran iklan terbaru Kuku Bima Energi (KBE) di Bukit Cinta Brawijaya, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Sabtu (5/8/2017).
Untuk menjadikan Rawa Pening sebagai wisata dunia, diperlukan strategi 3A yakni, atraksi, akses dan amenitas.
“Artinya, apa atraksi berkelas dunia yang bisa ditampilkan, bagaimana akses dan kemudahaannya serta fasilitas kelas dunia apa yang tersedia,” kata dia.
Bupati Semarang, Mundjirin mengucapkan rasa terima kasih atas langkah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk yang menggunakan Danau Rawa Pening sebagai lokasi pembuatan iklan terbaru untuk produk minuman energinya. Langkah ini diharapkan membuat Danau Rawa Pening makin dikenal masyarakat luas.
“Sudah tidak terhitung jumlah anggota DPR dan juga menteri yang meninjau Waduk Rawa Pening. Sekarang Sido Muncul juga hadir untuk menyelamatkan Rawa Pening dan bahkan ingin menjadikannya wisata dunia. Kami sangat berterima kasih,” kata Mundjirin.

Resmi Dirilis, Nokia 8 Usung Lensa Zeiss

HMD Global selaku pemegang lisensi dari Nokia akhirnya resmi memperkenalkan produk terbarunya, yaitu Nokia 8. Sesuai rumor yang sebelumnya beredar, ponsel flagship Nokia ini menggunakan lensa buatan Carl Zeiss baik untuk kamera depan maupun belakang.

Untuk kamera belakangnya, Nokia 8 menyematkan dual camera di bagian belakang yang keduanya menggunakan sensor 13 megapixel.

Sementara untuk spesifikasinya, Nokia 8 sama hadir dengan layar 5,3 inch QHD, Snapdragon 835, RAM 4 GB, dan storage 64 GB. Daftar spesifikasi yang ditawarkan di ponsel ini memang layaknya ponsel flagship keluaran 2017. Namun, sayangnya layar Nokia 8 masih memakai bingkai yang besar.

Walau demikian, bukan berarti Nokia 8 tak punya fitur jagoan. Karena ponsel ini menggunakan teknologi bernama Ozo Audio, yang membuat penggunanya bisa merekam audio 360 derajat selama merekam video.

Ada juga fitur ‘bothie’ yang membuat kamera depan serta belakangnya bisa dipakai bersamaan untuk merekam foto atau video, demikian dikutip detikINET dari BGR, Kamis (17/8/2017).

HMD Global akan menjual Nokia 8 dalam empat pilihan warna, dan pertama dijual di Eropa dengan harga yang cukup mahal, yakni 599 Euro atau senilai Rp 9 jutaan. Belum terungkap apakah ponsel ini akan tersedia di negara di luar Eropa. Kita tunggu saja.